Perlukah Ojek Online di Siantar?

453
foto: blog.octarendra.com

Semakin lama Siantar semakin macet, begitulah sering kita dengar pendapat orang-orang. Mulai dari pajak Horas sampai jalan Sutomo atas, begitu juga jalan Merdeka, jalan Kartini dan beberapa ruas jalan lainnya. Mungkin karena jalan yang tersedia sudah tidak mampu menampung banyaknya kendaraan yang melintas atau mungkin pengaturannya arus lalu lintas belum sempurna sehingga terjadi penumpukan kendaraan beberapa titik kota siantar dan banyak lagi kemungkinan yang menyebabkan terjadinya kemacetan tersebut.

foto: www.quora.com Salah satu produk Go-Ride dengan tarif per kilometer

Sudah beberapa hari ini terlihat ojek online di ruas-ruas jalan kota Pematangsiantar. Dengan memakai jaket dengan warna khas hijau dan hitam, dengan mudah kita mengenalinya. Selain itu terlihat pakaian yang mereka gunakan cukup rapi, apakah standar pakaian mereka sudah diatur oleh manajemen perusahaan ataukah mereka sendiri yang ingin tampil rapi. Beberapa tahun yang lalu pekerjaan ojek dipandang kurang berkelas bagi sebagian orang. Tapi sekarang ini sepertinya pekerjaan ojek mendadak jadi viral di mana-mana. Ditambah dengan aksi-aksi heroik pengemudi ojek online dibeberapa kota cukup mengangkat nama baik pekerjaan ojek. Entah memang seperti itu kejadiannya atau memang didramatisir. Dengan memanfaatkan gadget yang dilengkapi dengan Global Positioning System (GPS), membuat pekerjaan ojek semakin yang berkelas dan kekinian. Mungkin juga pengaruh film layar lebar Transporter yang dibintangi Jason Statham yang sempat booming. Yang pasti ojek online telah menjadi fenomena di Indonesia.

 

foto: www.boombastis.com Para pengemudi ojek online yang berlatar belakang mahasiswa, pekerja kantoran dan ibu rumah tangga

 

Dari beberapa percakapan dengan pengemudi ojek online, diantara mereka ada yang memang fokus menjadi pengemudi ojek, tetapi ada juga yang berlatar belakang mahasiswa bahkan pegawai di suatu kantor. Bagi pelajar dan pekerja kantoran, pekerjaan ini dapat memberikan tambahan penghasilan bagi mereka disela-sela waktu luang. Sehingga jelas pekerjaan ojek online juga sudah ikut dalam perputaran roda ekonomi di kota Pematangsiantar.

foto: news.idntimes.com Sering terjadi bentrokan antara pengemudi ojek online dengan transportasi lokal.

Akan tetapi, sering kita baca dan dengar ada banyak bentrokan yang terjadi antara ojek online dengan ojek konvensional, angkutan kota bahkan dengan taksi. Hal ini tak lepas dengan faktor ekonomi berkurangnya pendapatan transportasi lokal yang sudah lebih dulu ada. Tidak tertutup kemungkinan akan adanya bentrok antara ojek online dengan transportasi lokal yang sudah lebih dulu ada di kota Pematangasiantar. Semoga hal ini tidak terjadi di kota Pematangsiantar.

Kesimpulannya, perlukah ojek online di Siantar? Masing-masing punya pendapat berbeda-beda. Berharap semua pihak yang terkait dapat memberikan yang terbaik untuk warga kota Pematangsiantar.

SM